Nyebar Godhong Kara . . .

Resan Gunungkidul

"gegandhengan-rerentengan gugur-gunung sambat-sinambatan" menjaga dan melestarikan "resan" (pohon penjaga), sumber-air (kali, sendang-sumber, beji, sumur, telaga dan keluarganya), gunung-goa, satwa, serta unsur kebumian dan ilmu pengetahuan Gunungkidul lainnya
SALAM-RESAN SALAM-LESTARI!

Mengembalikan Konsep Resan ke Habitatnya

Spesies-kunci (keystone species) memiliki manfaat ekologis seperti: mempertahankan sumber air, menjaga kestabilan unsur hara, meminimalkan erosi dan tanah longsor, serta mengurangi efek disturbansi (kerusakan) saat terjadi bencana alam Resan: sebuah kata yang identik dengan pohon besar, rimbun, dan tua. Di bawahnya terdapat sesajen mulai dari bunga tujuh rupa, makanan, dan asap dupa yang terbakar. Di […]

Pentingnya Kebijakan Konservasi Sumber Daya Air di Gunungkidul

Dengan hadirnya kebijakan konservasi sumber daya air di tingkat daerah maupun desa diharapkan dapat menjamin perlindungan dan pemenuhan hak rakyat atas air. Sudah saatnya Kabupaten Gunungkidul memiliki kebijakan tentang konservasi sumber daya air. Mengapa? Sebab  air merupakan kebutuhan dasar hidup manusia yang dikaruniakan oleh Tuhan bagi seluruh manusia, tak terkecuali seluruh warga masyarakat Gunungkidul. Sedangkan […]

Glompong dan Kisah Jaka Tarub

“Kelak daerah sekitar sini akan bernama Glompong: “Gelo” (gela) nganti ompong!” — Syech Maulana Magribi — Pada jaman Kerajaan Majapahit di daerah Tuban [Jatim] tersebutlah seorang tumenggung. Ia menjabat daerah itu dengan nama Tumenggung Wiladibya. Tumenggung Wiladibya mempunyai dua orang anak. Anak pertama seorang laki-laki bernama Raden Marsaid. Anak kedua seorang gadis bernama Putri Kidang […]