Nyebar Godhong Kara . . .

Resan Gunungkidul

"gegandhengan-rerentengan gugur-gunung sambat-sinambatan" menjaga dan melestarikan "resan" (pohon penjaga), sumber-air (kali, sendang-sumber, beji, sumur, telaga dan keluarganya), gunung-goa, satwa, serta unsur kebumian dan ilmu pengetahuan Gunungkidul lainnya
SALAM-RESAN SALAM-LESTARI!

TOPONIMI

sabarang kalir ana sangkan-parane, bibit-kawite, cikal-bakale, mula-mulanirane dhewe-dhewe

Toponimi adalah ilmu tentang asal-usul penamaan nama tempat, wilayah, atau morfologi alamiah bumi seperti gunung (giri, arga, punthuk, cempluk, mengger, dll.), sungai, kali, kedhung, ledhok, dll, dan juga yang bersifat buatan seperti jalan, gedung, maupun jembatan. Banyak penamaan merujuk pada sejarah asal-usul, mitos, maupun legenda suatu tempat.

Gunungkidul memiliki luas 1.485,36 kilometer persegi, terdiri dari: 18 Kecamatan/Kapanewon, 144 Desa/Kalurahan, dan 1.431 Dusun/Padukuhan. 

Dusun merupakan satuan wilayah terkecil, yang penamaannya menggambarkan asal-usul sejarah kelahirannya. 1.431 Dusun/Padukuhan di Gunungkidul dapat digolongkan toponiminya menjadi beberapa, di antaranya:

  • toponimi dusun di Gunungkidul yang menggunakan nama tumbuhan, anatomi tumbuhan, dan hal-hal yang berhubungan dengan tumbuhan;
  • toponimi dusun di Gunungkidul yang menggunakan nama hewan dan hal-hal yang berhubungan dengan hewan;
  • toponimi dusun di Gunungkidul yang menggunakan nama air dan sumber air;
  • toponimi dusun di Gunungkidul yang menggunakan nama-nama morfologi alam atau lingkungan; dan
  • toponimi dusun di Gunungkidul yang menggunakan nama teknologi.’toponimi dusun di Gunungkidul yang menggunakan nama teknologi.

Toponimi Dusun di Gunungkidul yang Menggunakan Nama Tumbuhan, Anatomi Tumbuhan, dan Hal-hal yang Berhubungan dengan Tumbuhan

Manusia dan tumbuhan sangat dekat. Sebelum manusia berkumpul membangun rumah tangga di suatu wilayah, tumbuhan sudah mendiami suatu wilayah. Ada tumbuhan khas, ada tumbuhan endemik. Ada tumbuhan yang memiliki peran penting bagi pertumbuhan suatu wilayah. Ada tumbuhan yang disakralkan karena fungsi ekologisnya, atau legenda-mitologisnya. Ada tumbuhan yang berhubungan erat dengan cerita tutur kemenjadian wilayah, aksi suci tokoh-tokohnya. Ada pula tumbuhan yang terikat erat dengan tokoh bibit-kawit atau cikal-bakal wilayah. Tumbuhan-tumbuhan itu kemudian dihormati dan dimuliakan oleh manusia, dijadikan nama diri wilayahnya.

Visualisasi Kapanewon yang memiliki dusun bertoponim tumbuhan paling banyak, dari warna merah, kuning, hijau, kemudian biru.

Secara lebih lengkap dan leluasa, silakan melihat dashboard nama-nama dusun di Gunungkidul bertoponim tumbuhan di sini, atau storymap nama-nama dusun di Gunungkidul bertoponim tumbuhan di sini!

Salam Tumbuhan Salam Dusun Salam Lestari!

_/\_